:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273814/original/062652100_1672121764-20221227-Salju-New-York-AP-6.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Belakangan ini, muncul topik hangat yang bikin banyak orang penasaran, yaitu susu ikan. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau ID Food bahkan sedang mengkaji susu ikan sebagai alternatif gizi dalam ‘Program Makan Bergizi Gratis’ yang akan datang. Namun, apakah susu ikan bisa jadi alternatif susu sapi yang sudah kita kenal selama ini?
Susu Ikan Itu Apa?
Pertama-tama, mungkin kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya susu ikan itu? Menurut DR Epi Taufik, seorang ahli biokimia susu dan dosen Fakultas Peternakan IPB, istilah ‘susu ikan’ sebenarnya belum pernah terdengar di dunia ilmiah.
“Sejauh yang saya tahu, di dunia belum ada istilah susu ikan,” katanya kepada Health Liputan6.com pada Senin, 9 September 2024.
Sebutan ini lebih merujuk pada inovasi teknologi yang mencoba memanfaatkan ekstrak protein dari ikan. Namun, dari segi definisi, susu ikan sebenarnya bukanlah susu.
Menurut standar internasional (Codex Alimentarius), susu adalah cairan yang dihasilkan dari pemerahan hewan mamalia, seperti sapi, kambing, atau domba. Jadi, susu ikan lebih tepat disebut sebagai minuman protein dari ikan.
Kandungan Gizi dalam Susu Ikan
Apakah susu ikan mengandung nutrisi penting seperti susu sapi? Jawabannya bisa jadi ya, meskipun ada beberapa perbedaan signifikan.
Susu ikan yang diekstrak dari protein ikan bisa memiliki kadar protein yang cukup tinggi. Namun, kandungan dan kualitasnya sangat bergantung pada proses pembuatannya.
Selain itu, protein dalam susu ikan memiliki tekstur dan cita rasa yang berbeda, bahkan amis, sehingga mungkin tidak semua orang menyukainya.
Â


