HomeKesehatanKenali Gejala Awal Diabetes Tipe 1 dan 2 agar Terhindari dari Komplikasi

Kenali Gejala Awal Diabetes Tipe 1 dan 2 agar Terhindari dari Komplikasi

Liputan6.com, Jakarta – Diabetes membatasi kemampuan tubuh untuk mengontrol jumlah glukosa, atau gula, dalam darah. Mencermati gejala awal diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat membantu memastikan diagnosis tepat waktu dan mencegah timbulnya komplikasi.

Dua tipe utama diabetes adalah tipe 1 dan tipe 2. Adapun tipe 2 lebih umum terjadi.

Keduanya menghalangi tubuh membuat dan menggunakan hormon insulin secara efektif. Seperti diketahui, isulin memungkinkan tubuh memproses gula dalam darah dan memastikannya tetap pada tingkat yang sehat. Jika kadar gula atau glukosa darah terlalu tinggi, hal ini dapat merusak sel dan menyebabkan komplikasi di seluruh tubuh.

Menurut American Diabetes Association, 26,8 juta orang di Amerika Serikat terdiagnosis diabetes pada tahun 2018. Di antara mereka, hampir 1,6 juta orang menderita diabetes tipe 1.

Sementara itu, mereka memperkirakan 7,3 juta orang lainnya menderita diabetes yang tidak terdiagnosis pada tahun yang sama. Dan pada tahun 2015, mereka melaporkan, sekitar 88 juta orang menderita pradiabetes – kadar gula darah tinggi yang menunjukkan bahwa seseorang berisiko terkena diabetes.

Mampu mengidentifikasi gejala awal diabetes dapat membantu seseorang mengetahui kapan harus mencari perawatan. Menerima diagnosis dan pengobatan sejak dini dapat mencegah kerusakan jangka panjang.

Dikutip dari Medical News Today, beberapa tanda dan gejala diabetes yang umum terjadi pada kedua jenis diabetes tersebut antara lain:

  • kelelahanrasa lapar selama atau segera setelah makan
  • penurunan berat badan, meski makan lebih banyak
  • rasa haus yang ekstrem
  • sering buang air kecil
  • penglihatan kabur
  • penyembuhan luka dan memar yang lambat
  • kesemutan, nyeri, atau mati rasa di tangan atau kaki
  • acanthosis nigricans, suatu masalah yang menyebabkan kulit di leher, ketiak, selangkangan, dan area lain berubah warna dan tekstur, mungkin menjadi seperti beludru

Perlu dicatat bahwa faktor-faktor seperti usia dan kesehatan secara keseluruhan dapat memengaruhi bagaimana seseorang mengalami gejala-gejala ini.

 

Source link

berita