HomeBerita"Alasan di Balik Undur Pelantikan Kepala Daerah Hingga Maret 2025"

“Alasan di Balik Undur Pelantikan Kepala Daerah Hingga Maret 2025”

Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) mengingatkan tentang potensi penurunan kepercayaan publik terhadap Prabowo Subianto akibat wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Isu ini dinilai mendapat respons negatif dari masyarakat, termasuk menurut peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad. Saidiman menyatakan bahwa gagasan tersebut sangat tidak populer dan mayoritas masyarakat menolaknya. Hal ini sejalan dengan penolakan masyarakat terhadap pemilihan presiden oleh MPR. Masyarakat Indonesia umumnya memiliki kesadaran yang baik akan hak mereka untuk menentukan pemimpin, baik di tingkat nasional maupun lokal. Ketidakpercayaan pada partai politik dan DPR/DPRD juga cukup tinggi, sehingga publik menolak untuk memberi mandat pada DPRD atau DPR dalam menentukan pemimpin daerah. Kepercayaan publik terhadap Prabowo Subianto saat ini didasarkan pada janji-janji kampanye, namun publik akan mulai menuntut bukti dari janji-janji tersebut seiring berjalannya waktu. Isu-isu seperti pemilihan langsung kepala daerah, pengampunan koruptor, PPN 12 persen, dan pengurangan anggaran makan bergizi gratis, dapat menurunkan kepercayaan publik pada Prabowo jika janji tersebut tidak terbukti terlaksana.

berita