HomeKesehatanPakar Gizi Sarankan Susu Bebas Gula Pasir dalam Program Makan Bergizi Gratis

Pakar Gizi Sarankan Susu Bebas Gula Pasir dalam Program Makan Bergizi Gratis

Liputan6.com, Jakarta Pakar gizi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tria Astika Endah, mengatakan bahwa susu merupakan komponen penting dalam program Makan Bergizi Gratis. Namun, ia menyarankan agar susu yang diberikan adalah rasa plain atau tanpa rasa yang bebas dari gula pasir.

“Seharusnya tidak ada di situ gula pasir atau sukrosa,” kata Tria dalam diskusi mengenai susu di Jakarta Selatan pada Rabu, 15 Januari 2024.

Menurutnya, susu yang diberikan ke anak bebas gula pasir itu adalah syarat mutlak. Bila diberikan susu dengan aneka rasa seperti stroberi, cokelat atau vanila hal itu biasanya ditambahkan gula pasir ke dalamnya.

Bila anak diberikan susu mengandung gula pasir hal tersebut bisa berbahaya bagi anak dalam 20 tahun mendatang. Bukannya mendapatkan hasil untuk mengatasi stunting tapi malah timbul masalah baru seperti obesitas dan diabetes.

“Khawatir risiko untuk ke depannya bukannya menyelesaikan amsalah tapi muncul masalah baru. Investiasi yang kita harapkan yakni mengatasi stunting tapi malah muncul masalah baru,” kata Tria.

Saran Tria ini disampaikan lantaran pernah melihat saat ada pilot project dalam program MBG beberapa waktu lalu. Ia melihat anak-anak diberikan susu UHT dengan kandungan gula yang tinggi.

“Yang kerap ditemukan adalah beberapa jenis susu yang kandungan gula hampir mencapai 20 gram dalam bentuk susu UHT,” katanya.

Padahal, dalam satu hari asupan gula anak maksimal 30 gram. Jika dalam satu kali minum susu sudah masuk 20 gram, belum lagi ketambahan gula dari makanan atau minuman lain maka besar kemungkinan anak kelebihan gula.

Hal senada disampaikan dokter spesialis anak Huminsa Ranto Morison Panjaitan di kesempatan yang sama. Ranto mengungkapkan konsumsi gula bagi anak harusnya maksimal 10 persen dari kalori sehari.

Apabila lebih dari itu dalam jangka waktu panjang, bisa berdampak terhadap munculnya penyakit kencing manis hingga jantung. 

Source link

berita