Toyota Kijang Innova diesel seringkali mengalami masalah kebocoran kompresi, atau yang sering disebut dengan ngobos. Masalah ini juga dialami oleh pemilik mobil diesel lainnya. Gejala ngobos dapat dilihat dari asap putih tebal yang keluar dari lubang tutup oli atas saat mesin hidup, serta volume oli mesin yang berkurang akibat terbakar di dalam ruang bakar. Penyebab utama ngobos pada mobil diesel seperti Kijang Innova bisa disebabkan oleh kurangnya perawatan, penggunaan bahan bakar berkualitas rendah, atau kerusakan pada komponen seperti ring piston atau cincin injektor.
Untuk mencegah masalah ngobos pada mesin diesel, pemilik mobil disarankan untuk melakukan penggantian oli dan filter secara berkala, membersihkan injector, serta memperhatikan kondisi turbocharger. Perbaikan untuk mesin diesel yang ngobos bisa bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan komponen dan jenis komponen yang perlu diganti. Biaya perbaikan untuk masalah ngobos pada Kijang Innova diesel dapat mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada jenis kerusakan.
Meskipun Toyota Kijang Innova diesel memiliki performa tinggi dan mudah dalam perawatan, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah masalah timing belt yang berbahan karet, dimana dapat putus secara tiba-tiba jika tidak diperiksa secara berkala. Selain itu, transmisi matic pada generasi kedua juga memiliki masalah yang perlu diatasi dengan sering melakukan reflushing oli transmisi.
Dalam merawat mesin diesel, pemilihan oli juga perlu diperhatikan sesuai dengan jenis mesin dan kebutuhan. Mesin diesel baru dengan teknologi common rail disarankan menggunakan oli SAE 5W atau 10W yang lebih encer, sedangkan untuk model lama bisa menggunakan oli SAE 20W. Dengan perawatan yang tepat, masalah ngobos pada mesin diesel seperti Toyota Kijang Innova dapat dihindari dan performa mesin dapat tetap optimal.

