Toyota Yaris tetap menjadi pilihan hatchback atau mobil perkotaan yang sporty dengan penjualan yang tinggi. Di pasaran, Yaris bersaing dengan Honda City Hatchback dan Suzuki Baleno. Tampilan menawan dan fitur lengkap membuatnya diminati. Yaris dianggap sebagai penerus kesuksesan Toyota Starlet dan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2006 oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) dengan kode bodi NCP91.
Generasi pertama Yaris mengusung mesin 1NZ-FE DOHC VVT-i 4-silinder segaris dengan tenaga 109 PS di 6.000 rpm dan torsi 142 Nm pada 4.200 rpm serta transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Pada tahun 2014, generasi kedua Yaris dengan kode XP150 diluncurkan di Indonesia dengan julukan Yaris Lele karena desain bagian depannya yang menyerupai ikan lele.
Generasi kedua Yaris diproduksi secara CKD dengan komponen lokal sebanyak 60 persen. Dilengkapi dengan mesin 2NR-FE 4-silinder segaris, 16 Valve, DOHC, Dual VVT-i berkapasitas 1.496 cc, Yaris generasi kedua menawarkan tenaga 107 PS di 6.000 rpm dan torsi 140 Nm pada 4.200 rpm. Pada tahun 2020, Yaris mengalami peremajaan dengan julukan Yaris Joker yang memiliki fascia menyerupai wajah Joker di film Batman.
Selain itu, TAM merubah nama Yaris tipe TRD Sportivo menjadi Yaris GR Sport mulai tahun 2021. Yaris GR Sport hadir dalam dua varian, Yaris S dan Yaris GR Sport, dengan rentang harga Rp 330 jutaan hingga Rp 350 jutaan. Kelebihan Toyota Yaris antara lain eksterior yang sporty, fitur hiburan yang berlimpah, sistem keselamatan yang lengkap, mesin yang bertenaga, dan rasa berkendara yang halus. Namun, kekurangannya meliputi dimensi besar, radius putar yang lebar, kapasitas bagasi yang terbatas, dan model yang kurang diperbarui.
Secara keseluruhan, Toyota Yaris tetap menjadi pilihan yang menarik dengan kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, daya tarik Yaris masih kuat di pasar otomotif Indonesia.


