Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) akan dimulai pada Senin, 10 Februari 2025, seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menekankan pentingnya pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan, untuk menjalankan program PKG dengan maksimal. Meskipun mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp 19,6 triliun tahun ini, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap optimal.
PKG direncanakan akan memeriksa belasan jenis potensi penyakit agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka. Dengan demikian, diharapkan mereka akan segera mendapatkan pengobatan lanjutan di fasilitas kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Charles menegaskan bahwa meningkatnya pelayanan kesehatan pasca PKG harus diprioritaskan, meskipun anggaran kesehatan mengalami pengurangan besar-besaran.
Politikus PDIP ini juga menekankan pentingnya tidak mengorbankan layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif meskipun terdapat keterbatasan anggaran. Skala prioritas program harus disusun dengan cermat untuk mengatasi keterbatasan anggaran, namun tetap menjaga semua jenis layanan kesehatan tetap berjalan.


