Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menegaskan bahwa kelompok yang menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) Tangerang, Banten diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok khilafah dan Front Persaudaraan Islam (FPI). Menurut Syakur, gerakan kelompok ini cenderung menggiring masyarakat untuk tidak percaya pada pemerintah, dimana kelompok khilafah dan FPI seringkali menunggangi keributan dan membuat kericuhan yang telah diatur oleh pemerintah.
Dia berpendapat bahwa tujuan dari kelompok khilafah tersebut adalah untuk merusak Indonesia dan menginginkan agar Indonesia hancur. Selain itu, kelompok ini juga menentang program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menolak eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.
Syakur juga menyoroti bahwa Front Persaudaraan Islam (FPI) memiliki kesamaan pemikiran dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam menolak PSN, dan kedua kelompok ini memiliki sikap anti terhadap Jokowi. Meskipun demikian, program strategis nasional ini merentang dari masa pemerintahan Jokowi hingga era Prabowo.
Lebih lanjut, Syakur mencatat bahwa kelompok ini juga mempermainkan isu-isu rasial terkait PIK 2, yang dikenal sebagai kawasan eksklusif dengan dominasi etnis tertentu. Padahal, menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari pembangunan nasional yang patut dihormati sebagai hasil karya pengusaha lokal.

