:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4423765/original/078428500_1683789346-03e1bce2-ecc8-4223-85ab-375d84a43a37.jpg)
Influenza dan pneumonia sering kali dianggap sepele karena memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, keduanya dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan berakibat fatal.
Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah pencegahan yang sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan untuk mengurangi risiko infeksi dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh.
Influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan air liur dari batuk atau bersin. Penyakit ini menyebabkan demam, batuk, nyeri otot, kelelahan, hingga komplikasi seperti pneumonia atau peradangan pada organ lain.
Sementara itu, pneumonia adalah infeksi paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada kantung udara di paru-paru, yang kemudian terisi cairan atau nanah, mengakibatkan sesak napas, nyeri dada, batuk berdahak, dan demam tinggi. Pneumonia bisa berakibat fatal, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.
Vaksin influenza dianjurkan untuk diberikan setiap tahun, terutama sebelum musim hujan atau musim flu tiba. Sedangkan vaksin pneumonia biasanya diberikan sekali dalam beberapa tahun, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan dan kondisi kesehatan individu.
“Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jadwal vaksinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda,” pungkasnya.


