Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada pemudik untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu perjalanan mereka. Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Indonesia selama periode 10-14 Maret 2025.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan betapa pentingnya kesiapan pemudik menghadapi cuaca yang tidak menentu. Beliau menekankan bahwa cuaca memiliki peran krusial dalam keamanan perjalanan saat mudik. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat selalu memantau perkembangan cuaca terkini sebelum berangkat, terutama bagi yang menggunakan kendaraan pribadi.
Dwikorita menyarankan agar pemudik memastikan kendaraan dalam kondisi baik dengan memeriksa tekanan ban, fungsi lampu, dan persiapan peralatan darurat seperti ban cadangan dan alat komunikasi. Jika hujan lebat terjadi, lebih baik menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman. Memaksakan perjalanan saat cuaca buruk dapat membahayakan keselamatan.
BMKG mencatat bahwa cuaca ekstrem sebelumnya dipicu oleh gangguan atmosfer, termasuk sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kombinasi faktor ini meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
Guswanto juga menyebut bahwa dalam beberapa hari mendatang, potensi hujan lebat masih tinggi di berbagai wilayah, terutama di wilayah Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Pemudik yang melewati wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk berhati-hati, terutama di jalur rawan banjir dan longsor seperti jalur Pantura, jalur selatan Jawa, serta beberapa ruas tol yang berpotensi tergenang air.


