:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5135535/original/038022200_1739777995-young-woman-sleeping-her-bed__1_.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Bulan Ramadhan sering kali mengubah pola tidur kita. Waktu sahur yang lebih awal dan ibadah malam seperti tarawih dapat membuat waktu tidur berkurang.
Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas saat menjalani puasa di siang hari. Namun, bukan berarti tidur nyenyak di bulan Ramadan mustahil didapatkan.
Dengan beberapa kebiasaan yang tepat, kamu tetap bisa mendapatkan tidur berkualitas tanpa mengorbankan ibadah.
Atur Jadwal TidurÂ
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pengaturan jadwal tidur. Mengingat harus bangun untuk sahur, cobalah untuk tidur lebih awal, misalnya satu jam lebih cepat dari biasanya. Selesaikan semua aktivitas sebelum pukul 10 malam agar tubuh memiliki waktu untuk rileks.
Konsistensi juga penting. Pertahankan jadwal tidur yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan, agar tubuh terbiasa dengan ritme baru.
Selain itu, jangan lupakan power nap. Tidur siang singkat selama 20 menit dapat membantu mengembalikan energi, tetapi hindari tidur siang yang terlalu lama karena dapat mengganggu tidur malam.
Â
Perhatikan Pola Makan dan Minum
Pola makan yang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur. Hindari makan berlebihan saat berbuka puasa karena dapat mengganggu pencernaan dan kualitas tidur. Konsumsi makanan dalam porsi yang cukup dan hindari makanan berat menjelang tidur.
Selain itu, batasi makanan tinggi kalori, berlemak, pedas, dan gorengan saat berbuka dan sahur. Makanan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan membuat sulit tidur.
Pastikan juga untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup, terutama saat sahur. Dehidrasi dapat menyebabkan tidur yang lebih singkat dan kurang berkualitas. Jangan lupa untuk menghindari kafein di malam hari karena dapat mengganggu tidur Anda.


