:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5100305/original/098364300_1737262698-Screenshot_2025-01-19_114311.jpg)
Mengatasi parental burnout bukan soal mencari solusi cepat, tapi memahami akar permasalahannya terlebih dahulu.
“Tentunya untuk how to solve ya atau bagaimana cara mengatasi tentu kita juga lihat dari apa sih masalahnya… karena kan setiap orang mungkin akan berbeda-beda,” kata Nur.
Namun secara umum, ada beberapa langkah penting yang dapat dilakukan:
1. Ciptakan lingkungan yang minim tekanan sosial
Hindari membandingkan diri dengan standar pengasuhan ideal yang tidak realistis. Kurangi paparan terhadap komentar negatif atau tuntutan yang menekan, terutama dari media sosial atau keluarga besar.
2. Bangun sistem dukungan yang kuat
Dukungan dari pasangan, keluarga, hingga komunitas sangat krusial. Jangan ragu untuk berbagi beban, baik dalam bentuk pembagian tugas mengasuh maupun sekadar ruang untuk curhat.
3. Kenali batas diri dan jangan takut minta bantuan
Jika merasa kewalahan, berbicara dengan tenaga profesional seperti psikolog keluarga bisa menjadi langkah awal yang tepat.
4. Tingkatkan keterampilan pengasuhan dan manajemen emosi
Orangtua perlu dibekali kemampuan mengelola stres, mengatur emosi, dan berkomunikasi efektif dengan anak. Pelatihan atau kelas parenting dapat sangat membantu.
5. Jaga kesehatan fisik dan mental
Istirahat cukup, makan sehat, dan memiliki waktu untuk diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, tetapi investasi untuk kesehatan keluarga secara menyeluruh.

