:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3389256/original/096793400_1614563665-close-up-minimalist-shot-generic-laptop-computer-working-accessories-resting-wooden-table.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Bekerja atau belajar dengan laptop selama berjam-jam bisa menyebabkan nyeri leher, terutama jika dilakukan dengan postur tubuh yang kurang tepat. Menurut dokter spesialis rehabilitasi medik Inge Jiemesha, posisi tubuh yang salah bisa menimbulkan rasa tak nyaman bahkan nyeri kronis.
“Posisi tubuh yang salah saat menggunakan gadget bisa menyebabkan tegangan berlebih pada otot leher. Jika dibiarkan, nyeri akan menjadi kronis dan mengganggu aktivitas harian,” ujar Inge yang sehari-hari praktik di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini.
Agar terhindar dari masalah tersebut, Inge menyarankan orang yang sehari-hari bekerja dengan laptop dalam jangka waktu lama, untuk menggunakan keyboard eksternal. Pencegahan dengan langkah-langkah sederhana ini memungkinkan agar postur tubuh ideal dan leher tidak terbebani.
“Atur posisi layar sejajar dengan tinggi mata menggunakan penyangga laptop,” saran Inge dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6com.
Selain perihal penggunaan laptop pada posisi tepat, pakai handphone terlalu lama dengan posisi juga bisa menyebabkan nyeri leher. Maka dari itu, ia menyarankan untuk menghindari posisi menunduk terlalu lama saat menggunakan handphone atau ponsel.

