:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225039/original/093774600_1747647910-WhatsApp_Image_2025-05-19_at_4.41.48_PM.jpeg)
Bagi para penyintas serangan jantung, olahraga bukan berarti langsung melakukan aktivitas fisik berat. “Bayangkan jantung Anda seperti otot yang memar, bukan patah. Otot itu perlu dilatih perlahan agar pulih,” kata Dr. Segal. Setelah menjalani program rehabilitasi jantung sesuai rekomendasi dokter, aktivitas fisik justru membantu proses pemulihan.
Yang terpenting bukan hanya pergi ke gym seminggu sekali, tetapi bagaimana kita mengurangi waktu duduk terlalu lama. Bahkan berdiri, berjalan keliling ruangan, atau naik turun tangga pun sudah memberi dampak positif. “Tujuannya adalah menjaga sirkulasi darah tetap lancar sepanjang hari, bukan hanya saat olahraga,” tambah Dr. Segal.
Dr. Naidu pun menekankan, Anda tidak perlu menjadi ‘pejuang akhir pekan’ yang olahraga berat hanya satu-dua kali seminggu. Cukup jalan kaki rutin, bersepeda santai, atau aktivitas ringan lain yang dilakukan teratur.


