:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230192/original/016623300_1747985299-crop-woman-frying-chicken.jpg)
Desdiani menjelaskan bahwa salah satu senyawa berbahaya dalam asap minyak goreng adalah trans trans-2,4-decadienal (tt-2,4-DDE). Senyawa ini terbukti menyebabkan kerusakan oksidatif signifikan pada DNA dan menurunkan tingkat kelangsungan hidup sel manusia.
Selain itu, senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang terbentuk saat minyak dipanaskan pada suhu tinggi juga diidentifikasi sebagai agen karsinogenik utama.
Risiko ini dinilai sangat relevan di Asia, di mana banyak perempuan masih aktif memasak tanpa perlindungan dari asap dapur.
“PAH yang dihasilkan saat memasak bisa memicu kanker paru pada perempuan yang tidak pernah merokok (Lung Cancer in Never Smokers/LCINS),” tambahnya.


