:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4661145/original/075691300_1700791984-blood-cholesterol-report-test-healthcare.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangan penyakit. Jika kondisi sudah berat, barulah timbul berbagai keluhan.
“Yang perlu diwaspadai, kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala. Seseorang bisa merasa sehat-sehat saja, sampai akhirnya mengalami keluhan berat seperti nyeri dada, sesak napas, atau bahkan serangan jantung mendadak,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS EMC Pekayon, Nancy Virginia, mengutip laman EMC, Jumat (18/7/2025).
Dia menjelaskan, kolesterol adalah lemak yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan. Tubuh membutuhkan kolesterol dalam jumlah tertentu untuk membentuk hormon, vitamin D, dan struktur sel.
Namun, jika kadar kolesterol jenis low-density lipoprotein (LDL/kolesterol jahat) terlalu tinggi, maka dapat menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini membentuk plak yang menyempitkan atau menyumbat aliran darah ke jantung. Inilah yang menjadi awal mula terjadinya penyakit jantung koroner dan serangan jantung.
Menurut Nancy, kolesterol tinggi bukan hanya penyakit lanjut usia (lansia), kelompok usia muda juga bisa mengalaminya akibat beberapa faktor risiko ini:
- Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh (gorengan, fast food, daging berlemak).
- Konsumsi gula berlebih (minuman manis, kue, makanan ultra-proses).
- Jarang olahraga.
- Merokok dan konsumsi alkohol.
- Kurang tidur atau tidur tidak teratur.
- Stres berlebih.
- Kurang konsumsi serat dari buah dan sayur.
- Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
Menu berikut bisa bantu mengatasi kolesterol segera.

