Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, menggarisbawahi betapa pentingnya belajar dari pengalaman. Menurutnya, keikutsertaan partai PSI dalam Pemilu 2019 dan 2024 seharusnya dijadikan pembelajaran berharga untuk memperkuat fondasi partai ke depan. Jokowi menekankan bahwa menghadapi kesulitan akan membuat sebuah organisasi menjadi lebih kuat, hambatan akan membawa kedewasaan, dan tantangan akan melatih kemampuan di lapangan. Dia memperingatkan agar PSI tidak mengulangi kesalahan yang sama di tahun 2029 dan harus lebih siap sejak sekarang.
Selain itu, Jokowi juga menyarankan agar PSI melakukan perombakan dalam sistem manajemen internalnya. Menurutnya, perencanaan yang matang dan jauh hari, terutama terkait penempatan calon legislatif di semua tingkatan, sangat penting. PSI perlu membentuk rencana detail untuk pembentukan kader-kader di provinsi, kota, dan pusat sejak saat ini, tanpa mepet menjelang pemilu nanti.
Jokowi juga memberikan apresiasi atas capaian PSI yang saat ini memiliki kader-kader yang berhasil menjabat sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, dan anggota legislatif. Berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat 18 kader PSI yang menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, serta 181 kader lainnya yang duduk sebagai anggota legislatif. Artinya, PSI telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam politik Indonesia.
Dengan pernyataan dan saran-saran dari Jokowi, diharapkan PSI dapat memperbaiki kelemahan dan memperkuat fondasi partainya untuk masa depan yang lebih baik. Kesalahan-kesalahan harus dijadikan pelajaran berharga, sistem manajemen internal perlu ditingkatkan, dan pencarian kader-kader terbaik harus dimulai sejak sekarang. Dengan begitu, PSI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat dan negara.

