:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5250511/original/061024300_1749720897-parents-spending-time-with-their-kid.jpg)
Jessica menjelaskan fokus emosi, risiko masalah, dan aspek-aspek yang perlu diperhatikan oleh orangtua di setiap fase perkembangan usia anak.
Usia 2-5 Tahun
Pada masa ini, pondasi emosi dan sosial mulai terbentuk. Gangguan pada tahap ini dapat berdampak langsung pada proses tumbuh kembang anak.
Fokus emosi: Anak mulai mengenali dan mengekspresikan emosi dasar seperti marah, senang, takut, dan sedih.
Risiko masalah: Anak rentan mengalami tantrum ekstrem serta kesulitan dalam berkomunikasi.
Hal yang diperhatikan:
- Ekspresi emosi dasar
- Tantrum dan bagaimana anak belajar menenangkan diri
- Respons terhadap pengasuh dan teman sebaya
- Kecemasan saat berpisah dengan orang tua
- Perkembangan bahasa sebagai alat komunikasi emosi
Usia 6–12 Tahun
Tahapan ini adalah masa penting untuk pembentukan karakter dan kemampuan anak beradaptasi secara sosial. Masalah emosional pada usia ini bisa muncul sebagai gangguan belajar atau perilaku.
Fokus emosi: Penguatan kemampuan bersosialisasi, kepercayaan diri, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Risiko masalah: Anak mungkin menunjukkan agresivitas, cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, dan mudah merasa frustrasi.
Hal yang Diperhatikan:
- Kemampuan bersosialisasi di lingkungan sekolah maupun rumah
- Rasa percaya diri dalam berinteraksi
- Toleransi terhadap kegagalan atau kesalahan
- Perilaku anak di lingkungan sekolah
- Cara menyampaikan dan mengenali perasaan

