:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5297895/original/053726000_1753699367-WhatsApp_Image_2025-07-28_at_17.06.09_260cadce.jpg)
Penggunaan gawai yang tidak terkontrol, terutama sebelum tidur atau saat makan, bisa berdampak negatif pada perkembangan otak dan kemampuan konsentrasi anak.
dr. Reza mengingatkan, banyak orang tua yang menganggap remeh dampak screen time, padahal kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur dan pola makan anak.
“Kalau screen time dilakukan sebelum tidur, anak akan susah deep sleep. Kalau pagi ngantuk, dia tidak nafsu makan. Untuk anak di bawah dua tahun sebaiknya tidak ada screen time. Kalau di atas lima tahun, cukup 30 menit sampai 1 jam saja di bawah pengawasan orang tua,” katanya.
Dia menambahkan bahwa paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
Akibatnya, anak sulit tidur nyenyak atau sering terbangun di malam hari, yang berdampak pada daya tahan tubuh keesokan harinya.
Orang tua disarankan untuk membuat aturan screen time yang konsisten dan memberi contoh dengan membatasi penggunaan gadget saat bersama anak.


