:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894056/original/050470900_1721208469-baby-4100420_1280.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2025, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat menyusui. Salah satu fakta menarik yang perlu diketahui adalah bahwa ASI dari ibu dengan latar belakang ekonomi rendah ternyata dapat meningkatkan kecerdasan anak.
Sebuah studi yang menganalisis hampir 6.000 anak di Inggris menunjukkan bahwa menyusui memberikan dampak yang baik pada kemampuan berpikir. Anak-anak yang disusui selama minimal tiga bulan mengalami peningkatan 8% dalam tes kemampuan kognitif hingga usia tujuh tahun, dibandingkan mereka yang diberi susu formula.
ASI bukan hanya soal nutrisi dasar, tetapi juga persiapan seorang anak dalam bidang akademik di usia dini. Diketahui bahwa anak-anak yang rutin mendapat ASI akan lebih siap untuk masuk sekolah dasar, terutama kemampuan memahami instruksi, kemampuan bahasa, dan menggambar.
Berdasarkan American Economic Journal: Applied Economics, efek ASI terhadap kemampuan berpikir anak memang masih jarang diteliti secara mendalam, khususnya pada kelompok masyarakat dengan pendidikan rendah. Banyak riset yang hanya berfokus pada manfaat ASI dari sisi kesehatan fisik bayi saja, seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko infeksi.
Para peneliti juga menyebutkan bahwa anak-anak usia tiga tahun yang mendapat ASI mencetak skor rata-rata hampir 10 persen lebih tinggi dalam tes “bahasa ekspresif” dan lebih dari 8 poin dalam tes kesiapan sekolah. Peningkatan ini konsisten terlihat pada tes lanjutan di usia lima tahun.
Dapat disimpulkan bahwa efek menyusui sangat kuat dalam pengembangan kecerdasan anak-anak walaupun sang ibu tidak menyelesaikan pendidikan formal hingga usia 17 tahun. Temuan ini menjadi bukti yang kuat bahwa menyusui dapat mengurangi kesenjangan pendidikan dan sosial.


