:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5099560/original/047064300_1737186984-1737186145960_mimpi-makan-semangka.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Tren diet terus berkembang. Baru-baru ini tren cuma makan semangka populer di media sosial Tiktok yang kemudian diikuti banyak orang.
Kandungan kalori yang rendah serta air yang tinggi membuat semangka disebut-sebut bisa membantu menurunkan berat badan yang cepat.
Sayangnya, diet cuma makan semangka malah bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
“Diet semangka adalah yang terbaru dari serangkaian solusi cepat yang sedang tren – dan meskipun semangka adalah buah yang lezat dan menghidrasi, menjaikannya inti dari diet ketat tidak hanya tidak berkelanjutaan, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda,” jelas dokter yang berbasi di Texas, AS, Mark Hyman seperti mengutip Fox News.
Hyman menyebut, meskipun semangka merupakan salah satu nutrisi yang baik untuk tubuh namun jika hanya dikonsumsi sebagai satu-satunya makanan akan menimbulkan risiko.
Semangka yang sebagian besar mengandung gula dan air saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang seimbang, sehingga ini bisa memicu masalah kesehatan.
“Semangka sebagian besar terdiri dari air dan gula, artinya Anda akan kekurangan nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi,” ungkap Hyman.
“Diet ini mungkin membuat berat badan turun sementara, tapi bukan lemak yang hilang — melainkan air dan massa otot,” lanjutnya.

