:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3443990/original/029997800_1619751921-elsie-zhong-agevLQdxwts-unsplash.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Gangguan kecemasan atau anxiety disorder merupakan kondisi mental yang ditandai oleh perasaan cemas berlebihan, berlarut-larut, dan sulit dikendalikan.
“Rasa cemas atau takut ini bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari,” kata dokter spesialis kedokteran jiwa Zulvia Oktanida Syarif dari RS Pondok Indah – Pondok Indah Jakarta bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025.
Hal yang membuat penasaran adalah penyebab gangguan kecemasan. Terkait ini, wanita yang karib disapa Vivi ini mengatakan tidak diketahui dengan pasti hingga saat ini.
Beberapa ahli meyakini anxiety disorder sebagai kombinasi dari faktor genetik, perubahan senyawa di otak, dan lingkungan pada mereka yang memiliki faktor risiko, dengan dipicu oleh suatu kejadian yang traumatik.
“Perubahan keseimbangan senyawa di otak bisa saja terjadi karena adanya akumulasi stres yang tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini akan menyebabkan pengaturan rasa takut dan emosi terganggu, yang akan berkembang menjadi anxiety disorder ketika dialami oleh mereka yang memiliki faktor risikogangguan kecemasan,” katanya.


