:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404248/original/071967200_1762400255-Foto_bersama_para_pembicara_dan_panelis.jpg)
Endang memaparkan beberapa upaya pengendalian kasus terhadap dengue. Menurutnya, tenaga kesehatan perlu menyadari dan lebih tanggap terhadap adanya peningkatan kasus pada periode-periode tertentu.
Sebagai penyakit yang berkaitan erat dengan iklim, lanjut Endang, data kasus dengue harus disatukan mulai dari epidemiologi hingga data iklim. Hal ini dapat memprediksi peningkatan dan dapat dilakukan mitigasi sebagai bentuk pencegahan.
Lebih lanjut, Endang menjelaskan bahwa pengendalian dengue juga dapat dilakukan dengan meningkatkan komunikasi terkait risiko yang melibatkan masyarakat.
Dalam upaya komunikasi risiko ini, hal yang menjadi topik utama diskusi adalah kondisi lingkungan. Sehingga, upaya pengawasan kolaboratif dapat menanggulangi jumlah kasus dengan strategi-strategi tertentu.
“Kemudian tadi risk komunikasi dan community engagement untuk seluruh pengendalian dengue. Apakah itu di daerah silvating area, perbatasan antara hutan dengan daerah pemukiman penduduk di pedesaan, apakah itu daerah pedesaan ataupun perkotaan. Dimana strateginya harus disesuaikan dengan konteks yang ada,” pungkasnya.

