:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254682/original/016436200_1750136014-Gemini_Generated_Image_r03v0or03v0or03v.jpg)
Dia, menambahkan, keberhasilan transfer teknologi tersebut telah mempercepat akses masyarakat terhadap vaksin dan obat berkualitas, sekaligus memperkuat kemampuan bangsa untuk memproduksi produk bioteknologi secara mandiri.
“Dengan menggabungkan keahlian global dan eksekusi lokal, kami berupaya mempercepat kemandirian dan menghadirkan produk biofarmasi kelas dunia buatan Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc, mengatakan, pemerintah terus memperkuat rantai ekosistem kesehatan nasional.Â
“Kebijakan ini adalah upaya besar untuk memperkuat sistem layanan kesehatan Indonesia dari hulu ke hilir. Mulai dari bahan baku, riset, produksi, hingga distribusi. Namun yang terpenting, seluruh pihak dalam ekosistem biofarmasi harus bekerja bergandengan tangan,” ujarnya.

