:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456539/original/029590800_1766901849-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
Kelima, data juga menunjukkan bahwa China berhasil menurunkan angka insiden (kasus baru) dan juga kematian sebanyak 30% sejak tahun 2012. Untuk kota Beijing misalnya, bahkan penurunan per tahun adalah 4.5% dalam dekade terakhir ini.
Kini pemerintah China bahkan terus meningkatkan programnya, antara lain dengan meningkatkan pemberian terapi pencegahan untuk tuberkulosis laten, untuk mencapai target mereka menurunkan “incidence rate TB” sampai di bawah 30 per 100.000 penduduk di tahun 2030. Sebagai perbandingan, Perpres 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis kita menyebutkan target incidence rate TB Indonesia adalah 65 per 100.000 penduduk di tahun 2030.
** Penulis adalah Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025


