:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458097/original/021922200_1767070705-mata_pria.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan dampak serius dari konsumsi Viagra palsu yang bisa memicu gangguan penglihatan atau kerusakan retina.
“Dampak pada sistem hormon dan reproduksi dapat memengaruhi kadar testosteron, gangguan fungsi penglihatan (retina), dan priapismus (ereksi yang terus-menerus),” mengutip kanal Komunikasi Risiko Obat Palsu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat, 2 Januari 2026.
Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa Viagra adalah obat yang kerap dipalsukan. Obat palsu atau Viagra palsu bisa memicu bahaya bagi orang yang mengonsumsinya. Dalam kanal Komunikasi Risiko Obat Palsu yang baru-baru ini diluncurkan BPOM, dijelaskan bahwa Viagra mengandung sildenafil sitrat, tapi kandungan sildenafil sitrat dalam Viagra palsu kerap tak diperhatikan.
Sildenafil sitrat adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Konsumsi sildenafil sitrat tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat menyebabkan efek serius yang tidak terkontrol sehingga membahayakan kesehatan bahkan dapat berdampak pada kematian.
“Dampak pada sistem kardiovaskular yaitu picu stroke, gagal jantung, dan kematian,” mengutip kanal yang sama.
Konsumsi sildenafil sitrat yang tidak sesuai dengan dosis terapi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Kondisi ini dapat mengganggu kehidupan sosial pengguna. Selain itu, juga dapat berdampak terhadap psikologi pengguna karena berpotensi menimbulkan ketergantungan obat.
Dari sisi ekonomi, konsumsi produk palsu dapat meningkatkan biaya kesehatan karena perlunya pengobatan ulang untuk mencapai terapi yang diharapkan, diagnosis ulang, ataupun terapi lanjutan.


