Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan bahwa Pemerintah akan memprioritaskan warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara untuk bekerja di luar negeri. Program penempatan pekerja migran dianggap sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pasca-bencana. Pernyataan ini disampaikan oleh Mukhtarudin setelah menghadiri rapat terbatas bersama menteri dan kementerian terkait di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta Pusat. Program ini diharapkan dapat memberikan fasilitasi pelatihan dan penempatan bagi korban terdampak bencana yang ingin bekerja di luar negeri.
Mukhtarudin juga mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait penempatan pekerja migran. Indonesia secara nasional menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran, terdiri dari 300 ribu lulusan SMK go global dan 200 ribu dari jalur umum. Presiden Prabowo telah menegaskan prioritasnya terhadap penempatan pekerja migran ke luar negeri, dengan fokus pada daerah-daerah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini diungkapkan oleh Mukhtarudin sebagai upaya untuk mendukung program prioritas pemerintah terkait penempatan pekerja migran.


