:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465354/original/015062500_1767766047-pressfoto.jpg)
Agar olahraga tidak sekadar menjadi wacana, penting untuk memiliki tujuan yang jelas.
Profesor kedokteran olahraga, Brandee Waite, menyarankan penggunaan metode SMART yakni Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time-bound dalam menetapkan target kebugaran.
Metode SMART mencakup tujuan yang spesifik, terukur, sesuai kemampuan, realistis, dan memiliki batas waktu. Dengan pendekatan ini, rutinitas olahraga terasa lebih terarah dan tidak membebani. Menjadwalkan waktu olahraga layaknya janji penting di kalender juga dinilai efektif untuk meningkatkan komitmen. Lalu, berapa lama durasi olahraga yang ideal?
Spesialis kedokteran olahraga perawatan primer dari NYU Langone Health, Julia Lafrate, menjelaskan bahwa tidak ada durasi yang sama untuk semua orang. Namun, terdapat panduan umum yang dapat dijadikan acuan.
Untuk aktivitas dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, yoga, atau pilates disarankan berolahraga sekitar 150 hingga 300 menit per minggu, atau sekitar 30 menit per hari selama lima hari.
Sementara itu, olahraga berintensitas tinggi seperti lari atau latihan HIIT cukup dilakukan minimal 75 menit per minggu. Latihan kekuatan juga dianjurkan setidaknya dua kali dalam seminggu untuk menjaga massa otot dan kepadatan tulang.

