:strip_icc()/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
Liputan6.com, Bandung – Warga Kota Bandung, Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai Januari 2026 dan bulan berikutnya.Â
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, data terakhir kasus DBD di Kota Bandung dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan signifikan, bahkan pada 2025 tidak tercatat korban jiwa, pola epidemi DBD justru mengharuskan masyarakat tetap waspada.
“Secara epidemiologis, DBD itu punya siklus. Kalau tiga tahun berturut-turut turun, biasanya akan naik lagi tiga tahun berikutnya dan siklus kenaikan itu diperkirakan mulai terjadi sejak Januari ini,” kata Farhan saat Siskamling Siaga Bencana ke-71 di Kelurahan Lebak Gede Kecamatan Coblong.
Farhan mengatakan keberhasilan menekan tren kenaikan kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir tidak boleh membuat warga lengah. Kewaspadaan dini, menurutnya menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus.
Farhan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal demam. Jika seseorang mengalami demam tinggi selama 24 jam dan tidak kunjung turun meski telah diberikan obat penurun panas, warga diminta segera mendatangi puskesmas.
“Jangan tunggu parah. Apalagi kalau sudah disertai sakit kepala hebat, nyeri sendi, muncul bintik merah di kulit, muntah-muntah atau bahkan mimisan. Itu tanda bahaya karena bisa terjadi pendarahan di dalam tubuh,” kata Farhan.
Farhan menjelaskan, pemeriksaan tes NS1 untuk deteksi dini DBD tersedia secara gratis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Jika hasil tes positif dan pasien memerlukan perawatan, dokter akan segera merujuk ke rumah sakit. Namun jika belum perlu dirawat, pasien tetap harus menjalani pemantauan ketat di rumah.
“Virus ini hanya bisa dilawan dengan daya tahan tubuh. Jadi deteksi dini itu sangat penting,” jelas Farhan.
Farhan juga mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan tidak ada satupun kecamatan di Kota Bandung yang benar-benar bebas dari DBD. Artinya, risiko penularan ada di seluruh wilayah kota.
Â

