Aksi Kamisan digelar di sekitar Istana Merdeka untuk menuntut keadilan serta penyelesaian kasus-kasus pelanggaran kemanusiaan masa lalu. Aksi yang pertama kali dilakukan oleh anggota keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pada 18 Januari 2007, kini sudah memasuki tahun ke-19 dan terus menyuarakan keadilan. Selain menuntut keadilan, Aksi Kamisan juga memperhatikan aspek kebersihan. Setiap kegiatan berpotensi menghasilkan sampah, oleh karena itu menjaga kebersihan selama aksi merupakan hal yang konsisten dijaga.
Pentingnya pengelolaan sampah juga ditekankan, mengingat masih banyak yang belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah. Meskipun relawan seringkali melakukan pengumpulan sampah secara mandiri, kebersihan tetap menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan aksi. Koordinator lapangan dan pegiat Aksi Kamisan juga telah mengimbau agar semangat menuntut keadilan HAM didukung dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam setiap pelaksanaannya, para peserta aksi saling mengingatkan apabila ada yang membuang sampah sembarangan. Upaya ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru dalam setiap aksi massa, sejalan dengan pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Semangat menuntut keadilan HAM tanpa melupakan menjaga kebersihan lingkungan tetap diupayakan untuk terus diimplementasikan dalam setiap kegiatan aksi yang dilakukan.

