Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, menyoroti penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir sebagai respons terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah emiten besar Indonesia dari peringkat global mereka. Said menekankan perlunya tanggapan yang jelas dan proporsional terhadap koreksi MSCI serta melihatnya sebagai kesempatan untuk melakukan perbaikan struktural dalam pasar modal.
Koreksi MSCI terhadap Indonesia memaksa IHSG mengalami penurunan signifikan, bahkan memicu penghentian sementara perdagangan. Meskipun tekanan terus berlanjut, ada sinyal positif dari arus dana asing dan nilai aksi beli yang lebih besar dari aksi jual. Said menekankan pentingnya untuk menerima koreksi konstruktif dari MSCI dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persoalan free float, likuiditas riil, dan transparansi yang disorot.
Meskipun terjadi penurunan, nilai kapitalisasi IHSG hari kedua menunjukkan kepercayaan pelaku pasar terhadap bursa saham Indonesia yang masih tinggi. MSCI menunjukkan bahwa perbaikan administrasi sangat diperlukan, dan Said menekankan perlunya keterbukaan dan penerimaan terhadap koreksi yang konstruktif. Tindakan dalam merespons koreksi MSCI diharapkan dapat membantu membangun fondasi yang lebih kuat untuk pasar modal Indonesia.


