Koalisi permanen masih menjadi topik yang diperbincangkan di kalangan partai politik, terutama setelah disuarakan oleh Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Menurut Sarmuji, koalisi permanen diperlukan untuk mendukung kebijakan pemerintah, baik dalam situasi menguntungkan maupun saat menghadapi tantangan. Golkar sendiri tetap memegang teguh komitmen terhadap koalisi permanen, dengan mempertimbangkan durasi yang lebih panjang daripada hanya sampai 2029.
Konsep koalisi permanen bukan hanya sebatas pada jangka waktu tertentu, namun juga memerlukan pembicaraan yang intensif antara partai-partai politik yang terlibat. Saat ini, mayoritas partai politik di Parlemen Senayan telah menyatakan dukungan mereka untuk berkoalisi dengan Pemerintahan Prabowo, kecuali PDIP yang menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang. Diskusi yang terbuka dan pembangunan komunikasi yang kuat antar partai politik diharapkan dapat merumuskan kesepakatan yang saling menguntungkan dalam mendukung berbagai program pemerintah ke depan.


