:strip_icc()/kly-media-production/medias/5332116/original/055108000_1756457638-pexels-foodie-factor-162291-566566__1_.jpg)
a. Mencegah Dehidrasi
Pada bulan Ramadan, kesempatan untuk minum terbatas hanya sore setelah buka puasa dan saat sahur. Maka sahur sangat penting untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.
Dehidrasi ditandai dengan rasa haus berlebih, badan lemas, kurang konsentrasi serta jumlah urine yang sangat sedikit dan berwarna pekat.
Itulah mengapa sahur sangat penting dilakukan sebelum memulai puasa. Tanpa sahur kebutuhan cairan tubuh sulit terpenuhi dengan baik.
b. Mencegah Hipoglikemia
sahur adalah kesempatan untuk mengisi tubuh dan energi. Semua sel membutuhkan energis salah satunya dari glukosa darah.
Tanpa sahur, gula darah akan terpakai oleh sel-sel tubuh sebagai sumber energi. Akibatnya, hipoglikemia (kadar gula darah rendah) dapat terjadi.
Hipoglikemia ditandai dengan gejala berupa badan terasa lemas, pusing, sulit berkonterasi, gemetar dan keringat dingin. Itu sebabnya sahur sangat penting dengan konsumsi makanan yang mengandung sumber energi seperti karbohidrat, protein, dan lemak.
c. Mencegah Asam Lambung Naik
Lambung yang kosong dalam jangka waktu terlalu lama tidak baik. Kondisi perut kosong dalam waktu yang lama akan meningkatkan kadar asam lambung dan menyebabkan gejala mag.
Jika terjadi, kondisi ini sangat menganggu kelancaran puasa. Sahur bagus untuk mencegah pengeluaran asam lambung berlebih saat puasa.


