:strip_icc()/kly-media-production/medias/1178398/original/045276400_1458568339-sem.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Buah untuk menu buka puasa tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan buah yang tepat agar energi pulih secara optimal tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi dari IPB University, Prof Katrin Roosita, menjelaskan kurma termasuk buah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka, karena memiliki fruktosa tinggi.
“Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” tuturnya dilansir dari IPB University, 21 Februari 2026.
Selain merupakan sunah, kurma memiliki kandungan fruktosa yang tinggi sehingga mampu memberikan energi secara cepat tanpa menimbulkan lonjakan gula darah yang berbahaya.
Ketika asupan makanan berhenti dalam waktu lama, cadangan glikogen di hati akan menurun. Pada kondisi tersebut, tubuh kemudian memanfaatkan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.
“Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” ucapnya.
Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan sumber energi yang cepat diserap saat berbuka. Oleh karena itu, konsumsi karbohidrat sederhana menjadi penting untuk mengembalikan kadar glukosa darah secara bertahap.


