Timnas panjat tebing Indonesia tengah menjadi sorotan pada akhir Februari 2026 karena kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di pelatnas panjat tebing Indonesia, yang diduga dilakukan oleh pelatih kepala Hendra Basir. Kasus ini terkuak setelah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang menonaktifkan sementara Hendra Basir dari jabatannya. Delapan atlet melaporkan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada ketua FPTI Yenny Wahid, yang telah diungkap dalam surat keputusan tersebut.
FPTI sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan pelecehan seksual ini dan Hendra Basir akan tetap dinonaktifkan selama proses penyelidikan berlangsung. Dalam pernyataan surat keputusan, FPTI menegaskan komitmennya untuk melindungi lingkungan pelatnas agar tetap aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan serta pelecehan. Proses pengusutan kasus ini masih terus berlangsung untuk menjamin keadilan bagi para atlet yang menjadi korban.


