:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493580/original/057777400_1770259688-national-cancer-institute-L7en7Lb-Ovc-unsplash.jpg)
Liputan6.com, Singapura – Kanker pada usia balita sudah banyak diketahui masyarakat. Begitu pula, kanker pada orang tua juga banyak terjadi. Namun, kanker juga bisa menimpa remaja dan dewasa muda usia 15 hingga 30-an tahun.
“Anda mungkin saat membuka media sosial kerap melihat anak kecil dengan selang infus tengah berjuang melawan kanker, tapi sangat jarang orang tahu bahwa remaja dan dewasa muda bisa juga terkena kanker,” tutur dokter onkologi medis Poon Yi Ling Eileen dari National Cancer Centre Singapore (NCCS).
Bila merujuk data di National Cancer Centre Singapore, tiap tahun ada sekitar 500 remaja dan dewasa muda yang didiagosis kanker. Lalu, rentang tahun 2018 hingga 2021, setidaknya ada 6.000 pasien kanker usia remaja dan dewasa muda yang berobat di rumah sakit pemerintah Singapura itu.
“Itu baru di sini, belum rumah sakit pemerintah lain dan swasta yang ada di Singapura,” lanjut dokter yang memiliki minat pada Adolescent and Young Adult Oncology (AYAO) ini.
Lalu, kenapa bisa remaja dan anak muda terkena kanker? Terkait itu, Poon mengungkapkan hingga kini belum diketahui pasti. “Jika kita bisa menjawabnya itu bisa bernilai sangat besar,” tutur Poon saat menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di NCCS pada Selasa, 10 Maret 2026.
Faktor risiko kanker yang terjadi pada remaja dan anak muda ada berbagai faktor risiko. Pertama, riwayat keluarga. “Mereka yang memiliki riwayat keluarga (dengan kanker) maka mungkin bisa terkena kanker,” tutur Poon.


