HomeKesehatanBau Mulut Tak Kunjung Hilang, Apakah Bisa Sembuh dengan ke Dokter Gigi?...

Bau Mulut Tak Kunjung Hilang, Apakah Bisa Sembuh dengan ke Dokter Gigi? Ini Penjelasannya

Bau mulut merupakan masalah yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya muncul karena berbagai faktor yang sering kali tidak disadari. Mulai dari kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi munculnya bau mulut. Jika tidak diperhatikan, kondisi ini bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman, terutama ketika harus berinteraksi dengan banyak orang.

a. Cairan dalam Tubuh Kurang & Mulut Kering (Xerostomia)

Menurut drg. Rahmat Agung, salah satu penyebab utama bau mulut adalah berkurangnya cairan dalam tubuh. Kondisi ini secara otomatis memengaruhi keseimbangan cairan di dalam tubuh, termasuk produksi air liur di dalam rongga mulut. Ia menjelaskan bahwa air liur memiliki peran penting sebagai pembersih alami di dalam mulut.

Air liur membantu membersihkan sisa-sisa makanan sekaligus mengendalikan pertumbuhan bakteri yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Ketika produksi air liur berkurang akibat kurangnya cairan, kemampuan mulut untuk membersihkan bakteri juga menurun. Akibatnya, bakteri lebih mudah berkembang di dalam rongga mulut dan memicu munculnya bau mulut yang sering dirasakan oleh orang.

“Karena cairan dalam tubuh kita berkurang itu mempengaruhi produksi air liur kita, sedangkan fungsi air liur itu pembersih alami bakteri dalam rongga mulut kita. Otomatis jika pembersih alami itu berkurang bau mulut akan meningkat,” kata drg. Rahmat Agung kepada Liputan6.com pada Senin (9/3/2026).

b. Kebersihan Mulut yang Buruk

Kebersihan mulut yang kurang terjaga juga menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau mulut. Padahal, sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela gigi dan permukaan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri di dalam rongga mulut.

Ia menjelaskan bahwa bakteri tersebut akan memecah sisa makanan dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau tidak sedap. Ketika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, jumlah bakteri akan semakin meningkat dan memperparah bau mulut, terutama saat berpuasa. Kondisi ini bisa terasa lebih jelas karena mulut cenderung lebih kering akibat berkurangnya produksi air liur.

Dokter gigi Rahmat Agung menambahkan bahwa menjaga kebersihan mulut merupakan langkah penting untuk mencegah bau mulut. Menyikat gigi secara rutin, membersihkan lidah, serta menggunakan benang gigi dapat membantu mengurangi sisa makanan dan bakteri di dalam mulut. Dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut yang baik, risiko bau mulut dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap terasa nyaman.

c. Ada Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau mulut. Beberapa kondisi yang sering terjadi antara lain gigi berlubang, karang gigi, hingga infeksi pada gusi atau gingivitis. Masalah-masalah tersebut dapat memicu penumpukan bakteri di dalam rongga mulut yang kemudian menghasilkan bau tidak sedap.

Ia menjelaskan bahwa gigi berlubang misalnya, dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan bakteri yang sulit dibersihkan hanya dengan berkumur. Begitu pula dengan karang gigi yang terbentuk dari plak yang mengeras dan menempel di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin oleh tenaga medis, karang gigi dapat menjadi sarang bakteri yang memicu bau mulut sekaligus menimbulkan peradangan pada gusi.

Selain itu, infeksi gusi atau gingivitis juga dapat memperparah kondisi bau mulut. Peradangan pada gusi biasanya ditandai dengan gusi yang merah, bengkak, atau mudah berdarah saat menyikat gigi. drg. Rahmat Agung menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara teratur, membersihkan sela gigi, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Dengan perawatan yang tepat, berbagai masalah pada gigi dan gusi dapat dicegah sehingga risiko bau mulut dapat diminimalkan.

“Masalah kesehatan gigi dan mulut contohnya gigi berlubang, karang gigi, infeksi gusi (gingivitis) dan lain-lain,” ujar dokter gigi yang pratik di Klinik Surya Dental Magelang dan Temanggung, Jawa Tengah.

d. Kebiasaan Buruk

Penyebab selanjutnya adalah kebiasaan buruk. drg. Rahmat Agung mengungkapkan bahwa kebiasaan buruk seperti merokok dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau mulut. “Kebiasaan buruk seperti merokok,” tambahnya.

Meskipun aktivitas merokok tidak dilakukan setiap saat, efeknya terhadap kesehatan rongga mulut bisa tetap terasa. Zat-zat yang terkandung dalam rokok dapat menempel pada gigi, gusi, dan permukaan lidah, sehingga memicu munculnya aroma tidak sedap di dalam mulut.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan merokok dapat memengaruhi kondisi jaringan di dalam rongga mulut dan mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, merokok juga dapat membuat mulut menjadi lebih kering karena dapat menurunkan produksi air liur. Padahal, air liur berperan penting dalam menjaga kebersihan mulut dengan membantu membersihkan bakteri serta sisa-sisa makanan secara alami.

Oleh karena itu, mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi langkah yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dengan menghindari kebiasaan tersebut serta tetap menjaga kebersihan rongga mulut, risiko bau mulut dapat ditekan sehingga aktivitas sehari-hari tetap terasa nyaman.

Source link

Harus Dibaca