Menteri HAM Natalius Pigai mendesak para insan pers untuk terus memberanikan diri dalam mengungkap fakta dan memperjuangkan kebenaran melalui setiap karya jurnalistik yang dihasilkan. Dalam sebuah acara di Jakarta, beliau menegaskan komitmennya untuk melindungi media jika menghadapi intimidasi atau kekerasan. Pigai juga menyoroti peran penting pers dalam menjaga keadilan dan mengawasi kekuasaan di Indonesia.
Menurut Pigai, media memiliki pengaruh besar dalam kehidupan demokrasi dan HAM di Indonesia. Beliau menekankan bahwa tanpa keberadaan pers, masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan informasi yang benar dan memperjuangkan keadilan. Pigai menggambarkan media sebagai jendela dunia dan cakrawala bangsa, yang akan membuat semuanya gelap jika tidak ada.
Di sisi lain, Pigai juga menilai bahwa pers memegang peranan kuat dalam mengontrol berbagai institusi kekuasaan, termasuk pemerintah, legislatif, yudikatif, serta korporasi. Baginya, pers memiliki kekuatan di atas negara dan berperan sebagai pengontrol terhadap keempat institusi tersebut.
Beliau juga menyoroti bagaimana pers sering kali menjadi alat untuk membawa keadilan ketika sistem hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pigai menegaskan bahwa media sering kali membuka persoalan yang tidak ditangani secara optimal oleh aparat penegak hukum. Hal tersebut menyebabkan gerakan massa yang menginginkan keadilan muncul, berkat peran media dalam menyuarakan ketidakadilan dalam system hukum.
Melalui komitmennya, Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa pers memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keadilan, memerangi ketidakadilan, dan sebagai kontrol terhadap institusi kekuasaan. HAM dan kebebasan berekspresi adalah hak yang harus dijaga, serta pers sebagai wadah untuk memperjuangkannya.


