:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5528637/original/086410900_1773290364-davie.jpeg)
Liputan6.com, Bekasi- Skip sahur atau melewatkan makan sahur adalah salah satu alasan berat badan malah naik selama bulan Ramadan.
Dokter spesialis gizi klinik, Davie Muhamad, mengatakan, puasa Ramadan seharusnya menurunkan berat badan. Namun, dalam banyak kasus, banyak orang yang mengatakan bahwa berat badannya malah naik selama Ramadan.
Bukan tanpa alasan, menurut Davie, salah satu kebiasaan yang bisa memicu naiknya berat badan selama Ramadan adalah melewatkan makan sahur.
“Secara teori kalau kita puasa tentu kita akan mengalami defisit kalori karena asupan makanannya akan lebih berkurang dibandingkan hari-hari biasa. Pasti akan mengalami penurunan berat badan, tapi banyak juga yang puasa malah naik berat badan,” kata Davie dalam temu media di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (11/3/2026).
“Yang kadang-kadang salah dilakukan oleh kita, yang naik berat badan saat berpuasa adalah skip makan. Skip makan justru mengakibatkan berat badan mudah naik atau sulit turun. Kenapa? Karena skip makan itu memperlambat metabolisme kita,” tambahnya.
Secara teori, sambungnya, makan sahur dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga tubuh dapat mengontrol gula darah, kolesterol, dan asam urat dengan lebih baik.
“Tipsnya kalau ingin turun berat badan saat puasa adalah tidak boleh skip makan. Artinya, tidak disarankan untuk tidak sahur dan tidak disarankan untuk tidak makan malam,” ujar dokter yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi.


