:strip_icc()/kly-media-production/medias/3318053/original/089891900_1607399330-grave-2036220_1920.jpg)
UKHSA dan University of Kent menyarankan kepada staf dan mahasiswa yang memiliki kontak dekat dengan pasien untuk mendapatkan antibiotik preventatif atau profilaksis.
“Para spesialis di UKHSA sedang mewawancarai individu yang terdampak dan keluarga mereka untuk membantu mengidentifikasi semua kontak dekat dan mengatur pemberian antibiotik untuk membatasi penyebaran,” di laman resmi UKHSA.
Mengutip laman WHO, profilaksis antibiotik diberikan kepada kontak dekat kasus penyakit meningokokus (dengan atau tanpa meningitis) untuk mencegah kasus sekunder dan/atau mengurangi pembawaan asimptomatik infeksi meningokokus.
Menurut laman BBC, sejauh ini paling tidak sudah 6.500 orang mendapatkan profilaksis antibiotik.
UKHSA mengatakan bila mengalami gejala meningitis segera mencari bantuan medis di IGD. Gejala meningitis diantaranya demam, lemas, muntah dan diare, kejang, kulit pucat dan timbul ruam merah keunguan, mudah mengantuk.


