:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2337506/original/052476000_1534913991-20180822VYT_Bridge_Bambang_Hartono_09.JPG)
Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada usia 87 tahun, Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.
Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, menyampaikan bahwa almarhum wafat pada pukul 13.15 waktu Singapura.
“Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Kami, Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujar Budi mengutip Bisnis Liputan6.com, Kamis (19/3/2026).
Hingga saat ini, belum disampaikan informasi lebih lanjut terkait penyebab wafatnya.
Michael Bambang Hartono merupakan salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal sebagai pengusaha sukses yang membangun kerajaan bisnis dari industri rokok hingga perbankan dan teknologi.
Michael Bambang Hartono, yang memiliki nama Hokkian Oei Hwie Siang, lahir pada 2 Oktober 1939. Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, ia mewarisi bisnis Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal dunia pada 1963.
Selain besar di industri rokok. Hartono Bersaudara juga dikenal sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Farindo Holding Ltd., dengan kepemilikan sekitar 51 persen saham.
Selain itu, mereka memiliki bisnis di berbagai sektor, mulai dari perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat, properti seperti Grand Indonesia, hingga industri elektronik melalui Polytron.


