HomeKesehatanJadi Pribadi Bermanfaat, Ini Hal yang Bisa Dilakukan

Jadi Pribadi Bermanfaat, Ini Hal yang Bisa Dilakukan

Liputan6.com, Jakarta – Menjadi pribadi bermanfaat merupakan kriteria yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Menurut Komite Syariah Rumah Sakit Al Islam Bandung, Ma’mur Hidayat, hal tersebut merupakan bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta yaitu memberi, karena semuanya yang diberikan akan kembali untuk kebaikan diri sendiri.

Hadist (contoh nabi) tersebut menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat Islam untuk selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk hidup yang lainnya,” ujar Hidayat dicuplik dari laman RS Al Islam Bandung, Sabtu (21/3/2026).

Hidayat mengatakan pribadi bermanfaat bagi orang lain menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya.

Alasannya eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh sejauh mana pemanfaatan dirinya. Apakah berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

“Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Allah SWT berfirman: ‘Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri’ (QS. Al-Isra:7),” jelas Hidayat.

Hidayat menyebutkan terdapat tiga faktor yang bisa diamalkan agar menjadi pribadi bermanfaat, diantaranya:

1. Ilmu Agama maupun Ilmu Umum (Dunia)

Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum.

“Hal ini diimplementasikan dalam pelayanan kami memberikan informasi dan edukasi kepada pasien-pasien yang datang ke rumah sakit. Baik informasi dan edukasi kaitannya dengan penyakitnya atau kaitannya dengan memotivasi pasien atas kesadaran berobat ke rumah sakit adalah salah satu ikhtiar yang harus dilakukan untuk mendapatkan kualitas kesehatannya kembali,” terang Hidayat.

Contohnya disaat seseorang mampu mengimplementasikan ilmu agamanya untuk memberikan ketenangan kepada orang sakit atau pasien, sehingga timbul kesadaran, keyakinan dan kepasrahan kepada Allah swt.

Misalkan lewat doa yang dipanjatkan untuk kesembuhan pasien tersebut, sehingga bukan hanya secara medis ikhtiar yang dilakukannya tetapi dengan spiritualnya pun dilakukan.

“Bahkan dengan ilmu agama ini dapat memberikan manfaat lewat pendekatan keagamaan dengan bimbingan ibadah sesuai tuntunan dan contoh dari Rasulullah saw. ‘Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuany’ (HR. Muslim),” terang Hidayat.

 

Source link

Harus Dibaca