:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487767/original/033025400_1769676218-KamranAydinov.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Saat puasa Ramadan, pola makan lebih teratur. Namun, kebiasaan ini kerap berubah setelah puasa berakhir.
Supaya kebiasaan baik di bulan puasa Ramadan tidak hilang maka penting untuk tetap menjaga pola makan sehat. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah meniru pola intermittent fasting. Yakni dengan mengatur waktu, jumlah dan jenis makanan. Untuk bisa mewujudkannya memang membutuhkan mindset dan tekad yang kuat.
“Setelah bulan puasa, ujiannya akan lebih serius untuk mengubah mindset. Biasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikannya tanpa mengharapkan pahala,” kata Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Profesor Hardinsyah.
Bagaimana caranya? Hardinsyah mengungkapkan bisa dimulai dengan membiasakan sarapan dengan asupan yang sehat. Kebiasaan sarapan bisa membantu menurunkan kolesterol.
Lalu, makan siang dapat dilewatkan atau dikurangi porsinya, disertai kebiasaan mencukupi kebutuhan air putih dan berolahraga pada sore hari.
Kemudian saat makan batasi makanan berlemak, manis dan instan. Hal ini tentu tidak mudah tapi bisa dijalankan saat puasa Syawal.
“Nafsu untuk memakan makanan berlemak dan manis serta makanan instan juga dikurangi. Kebiasaan ini bisa dilatih saat puasa Syawal,” pesannya mengutip laman IPB, Minggu (22/3/2026).
Bila ingin makanan manis, alihkan dengan mengonsumsi buah-buah segar. Konsumsi pepaya, apel, atau buah manis lainnya bisa mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.


