:strip_icc()/kly-media-production/medias/4986487/original/033707300_1730359475-IMG-20241031-WA0020.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Membatasi gula atau bijak mengonsumsi minuman manis perlu diajarkan sejak anak-anak. Sebab, kebiasaan menyukai rasa manis tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari apa yang dikonsumsi sehari-hari di rumah.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr Zuraidah Nasution mengungkapkan kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering kali terbentuk sejak usia anak dan dapat terbawa hingga dewasa. Maka dari itu, peran orangtua sangat penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat.
Salah satu cara untuk mengajari anak bijak dalam mengonsumsi gula adalah dengan tidak terbiasa menyimpan minuman berpemanis di rumah. Lalu, mengajak anak membaca label informasi nilai gizi pada kemasan.
“Secara sederhana, kita bisa mengurangi kemungkinan anak menjadi ketergantungan pada minuman berpemanis. Misalnya dengan tidak menyetok minuman manis di rumah atau mengajak anak memilih minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah,” jelas Zuraidah dalam program IPB Podcast di kanal YouTube IPB TV.
Ia menegaskan bahwa tidak harus sepenuhnya menghindari minuman manis, tetapi perlu mengatur konsumsi gula secara bijak.
“Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi kita yang mengatur. Batasi jumlahnya, perhatikan total gula yang dikonsumsi dalam sehari, dan imbangi dengan pola hidup sehat seperti konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, serta istirahat yang cukup,” saran Zuraidah.


