Tim Bhayangkara Presisi menunjukkan performa impresif sejak awal pertandingan melawan Garuda Jaya. Mereka langsung tampil agresif dengan Nizar Zulfikar, Agil Angga Anggara, Raden Ahmad Gumilar, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat unjuk gigi. Sementara itu, Garuda Jaya tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan sengit melalui Fauzan Nibras, Dawuda, Haikal, Bagas, dan Movsar Bataev. Pertarungan ketat terjadi hingga pertengahan set, namun dengan kematangan dalam mengatur ritme, Bhayangkara Presisi berhasil unggul 22-17. Pertahanan solid dari tim ini membuat Garuda Jaya kesulitan menembus, sehingga set pertama berakhir dengan skor 25-18.
Masuk ke set kedua, Garuda Jaya terlihat kewalahan dan kehilangan arah sehingga Bhayangkara Presisi mampu memimpin dengan cepat 4-0. Meskipun pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mencoba untuk menghentikan momentum lawan dengan time out, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Bhayangkara Presisi tetap mendominasi dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan.


