HomeKesehatanKeberhasilan Penanganan Stroke Tak Berhenti pada Penyelamatan Nyawa tapi Juga Fungsi Tubuh

Keberhasilan Penanganan Stroke Tak Berhenti pada Penyelamatan Nyawa tapi Juga Fungsi Tubuh

Liputan6.com, Jakarta – Keberhasilan penanganan stroke tidak lagi cukup diukur dari indikator klinis seperti penurunan mortalitas atau keberhasilan terapi akut. Ada tantangan besar yang kerap terabaikan, yakni bagaimana penyintas menjalani kehidupan setelah selamat.

“Stroke bukan sekadar peristiwa biologis yang berhenti pada keberhasilan menyelamatkan nyawa. Ia adalah pengalaman kehidupan yang menuntut pemulihan makna, martabat, dan keberfungsian manusia secara utuh,” kata Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Keperawatan Neurologi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI), Profesor I Made Kariasa mengutip laman UI, Selasa (7/4/2026).

Dia menjelaskan, meningkatnya kasus stroke secara global dan tingginya beban disabilitas jangka panjang menunjukkan bahwa pendekatan life-saving tidak lagi memadai sebagai satu-satunya orientasi layanan kesehatan. Data global memproyeksikan peningkatan jumlah kasus stroke hingga tahun 2030. Sementara, angka kematian memang menurun berkat kemajuan teknologi medis. Namun, kondisi ini justru diiringi dengan meningkatnya jumlah penyintas yang hidup dengan keterbatasan fisik dan sosial.

Di Indonesia, tingginya prevalensi stroke dan faktor risiko berbasis gaya hidup memperkuat urgensi pendekatan yang lebih komprehensif. Dengan prevalensi mencapai 8,3 persen, stroke menjadi salah satu beban utama sistem kesehatan nasional. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stres menunjukkan bahwa persoalan stroke tidak hanya bersifat klinis, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku dan determinan sosial kesehatan.

Source link

Harus Dibaca