HomeKesehatanLupa Riwayat Imunisasi Anak, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua?

Lupa Riwayat Imunisasi Anak, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua?

Liputan6.com, Jakarta – Beberapa orang tua kerap lupa riwayat imunisasi anak. Bisa jadi karena tidak tercatat atau buku vaksin hilang.

Akibatnya, orang tua kerap ragu jika ada program vaksinasi di sekolah, misalnya vaksinasi campak. Mereka tak dapat memastikan apakah anaknya sudah mendapat imunisasi lengkap atau belum. Di satu sisi, mereka tahu anaknya membutuhkan vaksin, tapi di sisi lain mereka ragu karena takut anak mendapat vaksin berlebih jika disuntik lagi di sekolah.

Terkait hal ini, dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, Attila Dewanti, memberi saran yang aman bagi anak.

“Boleh vaksin lagi. Jadi kalau kalian lupa sudah vaksin atau belum, mendingan vaksin lagi, enggak apa-apa. Kalau sudah dapat vaksin kemudian divaksin lagi, tubuh sudah punya kekebalan. Jadi kalau ditambah lagi, karena udah cukup, nanti sama tubuh kita dibuang,” kata Attila dalam Forum IVAXCON bersama MSD di Jakarta pada Sabtu (25/4/2026).

“Tapi kalau ternyata tubuh kita masih kekurangan (vaksin), belum booster, vaksin campak bisa diulang di usia 5-6 tahun. Jadi cek dulu, tapi kalau memang lupa, vaksin aja,” tambahnya.

Attila menambahkan, vaksinasi adalah upaya pencegahan penyakit dan mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

“Vaksinasi akan mengurangi potensi penyakit jadi berat, ya mungkin masih bisa kena karena memang tidak melindungi 100 persen tapi mungkin 98 persen, lumayan dong,” ucapnya.

Source link

Harus Dibaca