:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567211/original/025743900_1777270346-55229294778_d14210d34a_w.jpg)
Katarak adalah kondisi kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Penglihatan seseorang dengan katarak ibarat melihat pemandangan melalui jendela yang buram dan berkabut.
Menurut tulisan yang ditinjau dokter spesialis mata, Maria Magdalena Purba, pada dasarnya katarak bisa menyerang siapa pun di segala usia. Dari sejak lahir, anak-anak, dewasa muda, dan lanjut usia.
Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit katarak, yakni:
Usia atau Penuaan
Usia memang merupakan faktor risiko yang paling utama untuk seseorang mengalami katarak.
Mengingat, penyakit katarak adalah kondisi yang bersifat degeneratif. Artinya, semakin bertambah usia, risiko terkena katarak menjadi semakin tinggi.
“Katarak biasanya menyerang lansia di atas 50 tahun. Meskipun tidak menutup kemungkinan katarak juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda,” begitu hasil yang ditinjau Maria seperti dikutip Health Liputan6.com dari KMN EyeCare pada Kamis 25 Mei 2023.
Riwayat Keturunan (Herediter)
Riwayat keturunan keluarga juga merupakan faktor risiko katarak. Apabila seseorang memiliki riwayat keluarga yang mengalami katarak, maka ia juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi itu.
Hipertensi
Menurut laporan dari beberapa penelitian, tekanan darah tinggi atau hipertensi juga berkaitan dengan peningkatan kejadian katarak.
Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata, termasuk stres oksidasi pada lensa mata sehingga dapat menyebabkan katarak.
Diabetes
Pengidap diabetes atau penyakit gula memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami katarak dibandingkan orang pada umumnya.
Hal ini karena ketika seseorang mengidap diabetes, maka sorbitol (gula yang menumpuk karena glukosa) dapat menumpuk dan menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata yang berujung pada katarak.


