:strip_icc()/kly-media-production/medias/5021263/original/015498700_1732584230-Picsart_24-11-26_07-58-34-867.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Sperma tidak normal dapat berujung pada ketidaksuburan. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Handojo Tjandra, setidaknya ada enam penyebab abnormalitas sperma, yakni:
Gaya Hidup Tidak Sehat
Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang olahraga dapat menurunkan kualitas sperma. Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak DNA sperma dan mengganggu produksi Sperma.
Suhu Testis yang Terlalu Panas
Produksi sperma sangat sensitif terhadap suhu. Penggunaan celana terlalu ketat, sering duduk lama, atau paparan panas berlebih dapat mengganggu pembentukan sperma.
Gangguan Hormon
Hormon berperan penting dalam produksi sperma. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan jumlah sperma menurun atau kualitas sperma menjadi tidak optimal.
Infeksi pada Sistem Reproduksi
Infeksi dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma. Beberapa infeksi bahkan dapat merusak saluran tempat sperma keluar.
Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah di area testis yang dapat memengaruhi kualitas sperma. Kondisi ini sering menjadi penyebab sperma tidak normal pada pria.
Paparan Zat Kimia dan Lingkungan
“Paparan bahan kimia, polusi, dan radiasi dapat merusak kualitas sperma serta mengganggu proses pembentukan sperma,” kata Handojo mengutip laman EMC, Kamis (30/4/2026).


