:strip_icc()/kly-media-production/medias/4918851/original/038381300_1723699040-WhatsApp_Image_2024-08-15_at_12.14.20.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy, yang bertugas di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Jambi. Kemenkes juga telah mengirimkan tim untuk mencari tahu fakta yang terjadi sebelum dokter Myta meninggal.
“Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi terpadu yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, dan tim ahli profesi untuk melakukan penelusuran menyeluruh,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam pesan tertulis menjawab pertanyaan Health Liputan6.com pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Sebelumnya, Ikatan Alumni FK Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengatakan dr Myta sebagai dokter internship mendapatkan beban kerja tidak manusiawi yakni tiga bulan bekerja tanpa libur. Lalu, tetap dipaksa masuk meski mengalami sesak napas dan demam berat.
Terkait itu, Kemenkes akan melakukan investigasi secara komprehensif untuk menelusuri seluruh rangkaian kejadian. Termasuk aspek pelayanan medis, tata kelola wahana internsip, beban kerja, pendampingan peserta, serta proses skrining kesehatan sebelum penempatan.
“Pendalaman juga dilakukan melalui audit rekam medis, penelusuran proses medical check-up, serta pengumpulan keterangan dari keluarga, rekan sejawat, pendamping internship, dan tenaga medis/tenaga kesehatan yang menangani almarhumah,” kata Aji.
Lalu mengenai kondisi kesehatan dokter Myta termasuk dugaan penyakit penyerta, akan diverifikasi lebih lanjut. “Karena itu, Kemenkes tidak akan berspekulasi dan menunggu hasil investigasi secara menyeluruh selesai,” tutur Aji.


